Category: Tekpram

Pitaran Pelatih Kwartir Cabang Banyumas : Menjadi Pelatih yang Mumpuni

By admin, 14 Agustus 2010 15:25
Pitaran Pelatih 2010

Pitaran Pelatih 2010

Bagi beberapa kalangan di Gerakan Pramuka, istilah Pitaran masih belum jamak terdengar, dan masih sedikit sekali yang tahu tentang apa itu Pitaran pelatih.  Pada dasarnya kegiatan Pitaran sama halnya dengan kegiatan Karang Pamitran pada Pembina yang berisi kegiatan untuk menyegarkan dan meng-up grade materi-materi pelatihan.  Kegiatan Pitaran menajadi hal yang sangat penting bagi para pelatih karena tugas dan fungsi  pelatih yang menentukan.  Berhasil atau tidaknya kegiatan pelatihan sangat tergantung dari kinerja pelatih dalam mengelola kegiatan tersebut termasuk out put  nya.

Karena begitu pentingnya peranan pelatih, Kwarcab Banyumas dalam hal ini dari unsur Lemdikacab menggelar kegiatan Pitaran Pelatih selama 2 hari yaitu 5 dan 6 Juni 2010.

Materi Pitaran kali ini meliputi Peta Pita, Api Unggun, Cara mengelola kegiatan, out bond dan mencermati perubahan Anggaran Dasar hasil munas terbaru.  Karena pemberi materi dan peserta kegiatan sama-sama berkedudukan sebagai pelatih, kegiatan ini cenderung bersifat sharing.

Ada banyak permasalahan yang dibahas dalam kegiatan Pitaran ini, terutama masalah bagaimana cara menciptakan kemampuan Pembina untuk berinovasi dengan pola pembinaannya, sehingga kegiatan latihan Pramuka bukan menjadi kegiatan yang monoton dan membosankan.

Kegiatan Pitaran pelatih kali ini di buka oleh Kak Purwadi Santoso, dalam pidato pembukaannya Kak Pur mengatakan bahwa para pelatih adalah ujung tombak dalam usaha untuk merevitalisasi Gerakan Pramuka.  Di pundak para Pelatih masa depan Gerakan Pramuka dibebankan, akan menjadi seperti apa pola pembinaan kegiatan Pramuka para pelatih yang menentukan karena Pelatih yang melatih para Pembina untuk membina di Gugusdepan.

Ka Lemdikacab Banyumas Kak Adi Suroso menekankan fungsi pelatih dalam kegiatan sehari-hari, tugas pelatih tidak hanya ketika saat kegiatan pelatihan atau kursus melainkan melekat selama 24 jam, sehingga segala sikap dan tingkah laku seorang pelatih juga harus mencerminkan hal-hal yang baik.  Pelatih juga harus aktif di gugusdepannya, memberi contoh langsung kepada para Pembina bagaimana cara mengelola gugusdepan dan membina peserta didik dengan baik.

Menjadi pelatih yang mumpuni bukan hanya pada kegiatan kepramukaan melainkan dalam setiap sendi kehidupan. (Nung)

Pelatihan Jurnalistik Kwartir Cabang Banyumas Tahun 2010

comments Comments Off
By nung, 16 Mei 2010 18:34

Kursus-Jurnalis

Gerakan Pramuka adalah organisasi yang bertujuan mendidik dan membina kaum muda Indonesia dengan agar mereka menjadi  manusia berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur, cerdas dan memiliki ketrampilan yang dapat membangun dirinya sendiri dan bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan negara yang memiliki kepedulian terhadap sesama hidup.

Untuk mencapai tujuan tersebut Gerakan Pramuka menyelenggarakan pendidikan nonformal dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta Sistem Among. Anggota Pramuka dihimpun dalam gugusdepan yang dipimpin oleh Pembina.

Akhir-akhir ini minat anak-anak dan remaja untuk mengikuti kegiatan kepramukaan relatif berkurang, untuk itu kita perlu melakukan promosi dan publikasi tentang apa dan bagaimana pramuka itu kepada masyarakat. Sarana publikasi yang efektif saat ini adalah melalui jurnalisme baik itu media cetak dan elektronik maupun yang sedang naik daun saat ini melalui media internet.

Untuk itu para pembina dan pengurus kwartir perlu memiliki kemampuan untuk menulis jurnalistik dan mengelola media maka diselenggarakanlah Pelatihan Jurnalistik Kwartir Cabang Banyumas Tahun 2010.  Kegiatan ini bertujuan untuk :

  1. Memberikan pelatihan jurnalistik untuk mendukung penyelenggaraan kehumasan dan sistem informasi manajemen  yang lebih terpadu dan terarah.
  2. Meningkatkan koordinasi dan  komunikasi dengan kwartir ranting

Kegiatan ini diikuti oleh Andalan Ranting Urusan Hubungan Masyarakat (Anru Humas) dan Pramuka Penegak/Pandega utusan dari Kwarran dan perguruan tinggi se-Kwarcab Banyumas.  Sasaran yang ingin dicapai adalah setelah mengikuti pelatihan jurnalistik, peserta dapat menginformasikan setiap kegiatan yang ada di masing-masing kwarran dengan cepat sehingga setiap kegiatan dapat terpublikasikan. (nung)

Lambang Pramuka Dunia

By admin, 23 Agustus 2009 09:00

Kemarin (22/08/2009) ada pesan di Shoutbox dari seseorang yang bernama Heru minta diberi lambang pramuka dunia. Berikut kami posting beberapa gambar logo pramuka dunia, kalau ada yang kurang silakan Kak Heru menghubungi kami di email : info@kwarcabbanyumas.org

http://www.scouting.org.za/clipart/fleurdelis/wosm.bmp

Ini adalah logo WOSM organisasi pandu sedunia

http://www.dunlapcodding.com/phosita-content/images/Boy_20Scout_20Logo.jpeg http://www.codinghorror.com/blog/images/boy-scout-logo.png

Ini adalah lambang pandu di Amerika Serikat

http://www.netpages.free-online.co.uk/scoutaus/sofa_logo_1.gif

Lambang pandu di Australia

http://www.scout.org.hk/images/lib/en/others/emblem/Scout_Logo_BW.jpg

Lambang pandu di Hong Kong

Masih banyak lagi yang lain, kita bisa cari di internet dengan URL : http://images.google.co.id masukkan gambar yang kita inginkan maka simsalabim akan muncul semuanya. Silakan tidak segan-segan kritik, masukan dan saran kepada kami melalui pesan, komentar, facebook (http://www.facebook.com/pages/Kwarcab-Banyumas/115492872938) saat ini sudah ada 80 orang penggemar pages Kwarcab Banyumas di Facebook.

Generasi Muda Unggul dan Revitalisasi Pramuka

comments Comments Off
By admin, 1 Agustus 2009 13:05

Gerakan pramuka ibarat kawah candradimuka bagi generasi muda, calon-calon pemimpin masa depan Indonesia. Masalahnya, bagaimana merevitalisasinya sehingga sesuai dengan tuntutan zaman.
”BERIKAN aku sepuluh pemuda, bukan seribu generasi tua untuk menggoncangkan dunia!”

Itulah salah satu moto Bung Karno. Moto itu bermakna dalam terkait strategi Bung Karno terhadap generasi muda dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemuda adalah sosok individu yang kuat, gesit, tahan uji, dan memiliki semangat menggelora. Di tangan pemuda tangguh negara pun bakal kuat. Sebaliknya, bilamana generasi muda loyo negara pun bakal rapuh.

Oleh karenanya, pendidikan dan pembinaan generasi muda amatlah strategis. Karena di tangan generasi mudalah kelangsungan negara dipertaruhkan. Sesuai Lampiran II Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No. 137 Tahun 1987 tentang Gugus Depan, gerakan Pramuka merupakan salah satu wadah dan usaha pembinaan generasi muda yang ber-usia 7 sampai 25 tahun dengan menggunakan pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan bangsa, serta masyarakat Indonesia.

Beberapa prinsip yang diterapkan dalam kegiatan kepramukaan, yaitu: 1) mengandung unsur-unsur edukatif, 2) mengajarkan hidup sederhana dan sikap mandiri, 3) prinsip kehormatan dan sistem tanda kecakapan, 4) penerapan sistem among. Bila ditelaah saksama, kegiatan kepramukaan punya pengaruh signifikan terhadap pengembangan minat dan bakat juga pembentukan karakter seorang individu.

Metode pendidikan kepramukaan yang disesuaikan kelompok umur pada hakikatnya merupakan pola pembinaan generasi muda secara berjenjang dan berkesinambungan untuk menghasilkan produk berkualitas. Untuk pembinaan kelompok mulai usia siaga (7-10 tahun), unsur-unsur yang dikedepankan yaitu mendidik cara keluarga yang sarat kasih sayang dan penuh kegembiraan. Pada usia dewasa, pandega (21-25 tahun), pola pembinaan diarahkan pada situasi di mana anggota pramuka sudah terlibat dalam konteks kehidupan masyarakat.

Tak dipungkiri kegiatan-kegiatan kepramukaan turut membentuk karakter individu berkepribadian tangguh. Materi-materi di lapangan me-merlukan konsentrasi, kecakapan, keuletan, dan kondisi fisik yang prima. Anggota pramuka pun dihadapkan pada berbagai situasi dan kondisi, medan dan cuaca berubah, halangan maupun tantangan lainnya sebagai bentuk tempaan bersifat fisik, serta mental.

Dalam Kegiatan kepramukaan, unsur edukatif dikembangkan. Ke-giatan mengemas dan mengikuti acara seminar, perkemahan, renungan suci, muspanitra, atau pelantikan anggota, mengandung nilai-nilai positif seperti belajar berorganisasi, memupuk semangat gotong royong, menambah wawasan, melatih kepemimpinan dan memiliki rasa tanggung jawab. Anggota pun punya keleluasaan dalam berkreasi, berinspirasi, dan berimajinasi untuk dituangkan dalam kegiatan-kegiatan kepramukaan yang pada dasarnya pengembangan potensi diri anggota. Tak sedikit pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh dari kegiatan tersebut yang ber-guna saat terjun ke dalam masyarakat kelak.

Pendeknya, banyak sekali manfaat positif yang bisa kita raih dari kegiatan pramuka. Karenanya, revitalisasi terhadap gerakan pramuka sangat penting dilakukan. Bagaimana pun gerakan pramuka ibarat kawah candradimuka, salah satu wadah persemaian tunas-tunas generasi bangsa untuk dibina sehingga menghasilkan generasi yang berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur, beriman dan bertakwa, cerdas dan terampil, serta kuat dan sehat.

Gerakan pramuka juga menyiapkan kaum muda Indonesia untuk mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosio-intelektual, dan fisik yang kuat sehingga diperoleh generasi unggul yang berkonstribusi besar bagi kemajuan bangsa ini. Jadi jelaslah siapa yang menanam, lalu merawat dengan optimal dialah yang berhak menuai hasilnya.

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Powered by Wordpress theme by Themocracy