Pitaran Pelatih Kwartir Cabang Banyumas : Menjadi Pelatih yang Mumpuni

Pitaran Pelatih 2010
Bagi beberapa kalangan di Gerakan Pramuka, istilah Pitaran masih belum jamak terdengar, dan masih sedikit sekali yang tahu tentang apa itu Pitaran pelatih. Pada dasarnya kegiatan Pitaran sama halnya dengan kegiatan Karang Pamitran pada Pembina yang berisi kegiatan untuk menyegarkan dan meng-up grade materi-materi pelatihan. Kegiatan Pitaran menajadi hal yang sangat penting bagi para pelatih karena tugas dan fungsi pelatih yang menentukan. Berhasil atau tidaknya kegiatan pelatihan sangat tergantung dari kinerja pelatih dalam mengelola kegiatan tersebut termasuk out put nya.
Karena begitu pentingnya peranan pelatih, Kwarcab Banyumas dalam hal ini dari unsur Lemdikacab menggelar kegiatan Pitaran Pelatih selama 2 hari yaitu 5 dan 6 Juni 2010.
Materi Pitaran kali ini meliputi Peta Pita, Api Unggun, Cara mengelola kegiatan, out bond dan mencermati perubahan Anggaran Dasar hasil munas terbaru. Karena pemberi materi dan peserta kegiatan sama-sama berkedudukan sebagai pelatih, kegiatan ini cenderung bersifat sharing.
Ada banyak permasalahan yang dibahas dalam kegiatan Pitaran ini, terutama masalah bagaimana cara menciptakan kemampuan Pembina untuk berinovasi dengan pola pembinaannya, sehingga kegiatan latihan Pramuka bukan menjadi kegiatan yang monoton dan membosankan.
Kegiatan Pitaran pelatih kali ini di buka oleh Kak Purwadi Santoso, dalam pidato pembukaannya Kak Pur mengatakan bahwa para pelatih adalah ujung tombak dalam usaha untuk merevitalisasi Gerakan Pramuka. Di pundak para Pelatih masa depan Gerakan Pramuka dibebankan, akan menjadi seperti apa pola pembinaan kegiatan Pramuka para pelatih yang menentukan karena Pelatih yang melatih para Pembina untuk membina di Gugusdepan.
Ka Lemdikacab Banyumas Kak Adi Suroso menekankan fungsi pelatih dalam kegiatan sehari-hari, tugas pelatih tidak hanya ketika saat kegiatan pelatihan atau kursus melainkan melekat selama 24 jam, sehingga segala sikap dan tingkah laku seorang pelatih juga harus mencerminkan hal-hal yang baik. Pelatih juga harus aktif di gugusdepannya, memberi contoh langsung kepada para Pembina bagaimana cara mengelola gugusdepan dan membina peserta didik dengan baik.
Menjadi pelatih yang mumpuni bukan hanya pada kegiatan kepramukaan melainkan dalam setiap sendi kehidupan. (Nung)

