Pramuka Banyumas Peduli Gempa
….Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat….”


Kalimat di atas adalah penggalan dari janji Pramuka Penegak dan Pandega yang disebut Trisatya. Sudah seharusnya Pramuka untuk mendharmakan satya mereka. Hal ini sudah dilakukan oleh Pramuka Banyumas yang dalam hal ini diwakili oleh Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka). Gempa 2 September 2009 lalu telah mengguncang sebagian besar wilayah Pulau Jawa, tak terkecuali daerah Jawa Tengah bagian selatan. Ubaloka sebagai unit kegiatan DKC Banyumas yang bergerak di bidang search and rescue turut berpartisipasi dalam upaya rekonstruksi daerah pasca gempa di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap.
SAR UBALOKA Kwarcab Banyumas
Segera saja setelah malam dini hari dimintai bantuan oleh Satlak PB (Penanggulangan Bencana) setempat, keesokan harinya UBALOKA Banyumas segera meluncur ke lokasi kejadian. UBALOKA dengan kekuatan personil 10 orang Pramuka Penegak dan Pandega bergabung dengan tim relawan Banyumas yang merupakan gabungan dari Taruna Siaga Bencana, Tim SAR Kompi Brimob BS Banyumas dan Unit Bantu Pertolongan Pramuka.
Tidak ada korban jiwa di daerah tersebut. Hanya saja ditemukan puluhan rumah rusak berat akibat gempa. Setiba di lokasi kejadian, gabungan relawan tersebut mendirikan tenda pengungsian dan membantu warga dalam membenahi puing-puing reruntuhan akibat gempa.UBALOKA Banyumas juga ikut bertugas dalam mendistribusikan bantuan bahan makanan dan pakaian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ke posko-posko penanggulangan bencana setempat.
Kegiatan ini dirasakan sebagai pengalaman tak terlupakan bagi anggota UBALOKA yang bertugas. Di tengah keadaan sedang berpuasa di bulan Ramadhan, mereka tidak hanya berpangku tangan di depan layar televisi atau surat kabar namun mereka berada di garis depan, bersentuhan langsung dengan masyarakat, merasakan keprihatinan yang dialami oleh korban gempa bumi. Bukan saatnya lagi Pramuka bersikap apatis. Yuana Pratidina Bhakti Yojana…!
sumber : Blog DKC Banyumas
